Pesta Hati Kudus Yesus dan Maria

Kita merayakan Pesta Hati Kudus Yesus dan Maria yang mengambil makna khusus bagi kita, sejak Ibu M. Clara memilih nama kongregasi kita dengan sebutan, Puteri-Puteri Hati Kudus Yesus dan Maria. Sementara devosi kepada Hati Kudus dan kepada Hati Maria Tak Bernoda sudah tumbuh dan berkembang pada zaman Ibu M. Clara, hanya ekspresi devosi-devosi ini barangkali bentuknya yang berbeda dari abad ke abad, dan kita diajak untuk mendalami misteri kedua Hati Kudus ini dan merenungkannya dalam hati kita masing-masing.

Hati adalah pusat lambang cinta, dan cinta adalah kerinduan yang sangat manusiawi. Jika kita membuka mata dan hati terhadap dunia di sekitar kita, kita menjadi sadar bahwa banyak orang merasa kesepian, hidup tanpa cinta, hidup dalam situasi kekerasan, perjuangan dan terpaksa berpisah dengan orang yang dicintai. Dengan melihat situasi seperti itu yang sedang terjadi di tengah-tengah kita, dapatkah kita menjadi saksi dari kasih Yesus dan Maria?

feste1Di saat Maria mengandung Yesus, hati mereka erat bersatu. Sepanjang hidup Yesus, Dia mencintai umat-Nya dengan seganap “hati", sebagaimana halnya dengan Maria. Bacaan dalam Pesta Hati Kudus Yesus adalah tentang Gembala yang Baik, yang siap memberikan nyawaNya bagi domba-dombaNya, mengorbankan diriNya karena cinta. Maria mengorbankan diri karena cinta dengan cara yang berbeda yang dilukiskan dalam Injil untuk perayaan keesokan harinya. Dimana dalam bacaan Injil berbicara tentang Yesus ditemukan dalam Bait Allah, dan "ibu-Nya menyimpan semua perkara itu dalam hatinya" (Luk 2: 51). Tanggapannya merupakan tanggapan kontemplatif, sambil merenungkan misteri itu dalam hatinya. Kedua hati mengalami penderitaan, tetapi cinta merupakan pusat hidup mereka.

Gambaran dari kedua Hati ini menunjukkan kepada kita tentang cinta tanpa batas yaitu Hati Yesus dan Maria, yang mengundang kita untuk membuka hati kita sendiri untuk menanggapi kasih karunia, dengan mempersembahkan diri kita secara total kepada Tuhan. Inilah kerinduan Ibu M. Clara kepada kita sebagai Puteri-Puteri Hati Kudus Yesus dan Maria, supaya para suster hendaklah "sehati dan sejiwa" (FC XVIII), yang mana kita dipanggil untuk hidup dengan murah hati dan hati terbuka.

Semoga melalui perayaan-perayaan yang istimewa ini menjadi pengingat bagi kita masing-masing untuk membiarkan kasih Hati Yesus dan Maria membimbing hati kita sendiri untuk menghadapi tantangan-tantangan yang dihadapi oleh umat kita pada saat ini. Mari kita terus saling mendukung satu sama lain dengan hati.

Go to top