RIWAYAT SINGKAT SR. M. THEODORA SILAEN FCJM

Sr Theodora Silaen 

vSr.M.Theodora Silaen FCJM, nama baptisnya Berti Agustina Silaen, lahir di Silaen Lumbanmual pada tanggal 10 Februari 1939, anak ke 4 dari 9 bersaudara, dari Almarhum Bapak Samuel Silaen (+) dan Ibu Rosida Panjaitan (+).

v  Masuk Postulan FCJM, tanggal 04 Oktober 1957 di Balige

v  Masuk Novis, tanggal 22 Agustus 1958 di Balige

v  Kaul Perdana, tanggal 22 Agustus 1960 di Balige

v  Kaul Kekal, tanggal 25 Juli 1966 di Balige

v  Pesta 25 tahun Hidup Membiara, tanggal 22 Agustus 1983 di Balige

v  Pesta 40 tahun Hidup Membiara, tanggal 20 Agustus 1998 di Balige

v  Pesta 50 tahun Hidup Membiara, tanggal 20 Agustus 2008 di Monteluco, Pematangsiantar

Tempat/tugas pelayanan yang pernah diemban:

1960                            : Bertugas sebagai Guru SKP di Balige

1961                             : Bertugas sebagai Guru SKP di Pakkat

1968 - 1970                 : Studi Akademi Kateketik Indonesia Widya Yuwana di Madiun

1971 - 1973                  : Bertugas sebagai Pemimpin Novis

1974 - 1975                 : Studi SKKA di Medan, jurusan Pakaian dan Tekstil

1976                            : Studi Akademi Kateketik Indonesia Tingkat II di Madiun

1977 - 1981                 : Bertugas sebagai Guru SKKP di Balige

1981 - 1991                  : Bertugas sebagai Kepala Sekolah SMP di Tanjung Bala

1992- 1997                   : Bertugas di Yayasan Abdi Rakyat di Balige

1998 - 1999                 : Bertugas di kebun Sei Garo sekaligus Wakil Ibu Komunitas di Sei Garo

2000 - 2002                : Bertugas di kebun Sei Garo sekaligus Ibu Komunitas di Sei Garo

2003 - 2006                : Bertugas di bagian rumah tangga Monteluco

2006 - 2013                 : Bertugas di bagian rumah tangga di Pondok Gede

2014 - 2018                 : Bertugas di bagian rumah tangga Harapan Jaya

April 2018                   : Istirahat/Pensiun di St.Clara, P. Siantar

11 - 10 - 2018             : Menghadap Bapa di Surga   

  

Pribadi dan Pengalaman Sakit:

Sr.M.Theodora Silaen FCJM ini, meninggal dunia pada usia 79 tahun. Dia dikenal sebagai seorang yang rendah hati, sabar, disiplin, bertanggungjawab dan siap sedia dalam melaksanakan tugas-tugas yang dipercayakan oleh Kongregasi kepadanya. Pelayanan yang digelutinya yakni sebagai guru, pemimpin di Novisiat, Ibu Komunitas dan tugas rumah tangga di beberapa komunitas FCJM. Dia sungguh berjiwa sebagai seorang pelayan dalam kerajaan Allah. Hal ini nampak dari sifatnya yang rendah hati, sabar, tidak banyak bicara, tekun dan bertanggungjawab.

Suster ini dikenal sebagai seorang yang memiliki fisik yang kuat sehingga jarang sakit. Namun, pada tahun 2016, pada masa usia senjanya, fisiknya semakin lemah. Dari pemeriksaan dokter pada tanggal 29 Oktober 2016 di RS. Elisabet Medan, Suster ini menderita penyakit Cancer Rectum yaitu kanker yang menyerang usus besar. Maka sejak saat itu, Suster ini intensif menjalani proses pengobatan dan penyembuhan atas penyakit tersebut. Kemudian pada tanggal 14 Desember 2016, Sr.Theodora kembali melakukan pemeriksaan di RS. Murni Teguh Medan. Hasil pemeriksaan yakni Cancer Rectum.

Para Suster FCJM berusaha memberikan pengobatan, perawatan dan perhatian ekstra terhadap Sr.Theodora ini. Maka, pada tanggal 24 Juli 2017 Sr.Theodora kembali menjalani pemeriksaan lanjutan RS.Adventis Penang, namun hasilnya tetap sama yakni Cancer Rectum. Hasil pemeriksaan dari RS.Adventis dirujuk ke RS. Mont Miriam Penang yakni rumah sakit spesialis kanker, untuk melakukan pemeriksaan lebih detail dan menyeluruh. Dari RS.Mont Miriam, yang di jumpai adalah Cancer Rectum yang telah metastase ke organ sekitarnya. Dokter menganjurkan untuk melakukan kemoterapy, tetapi Sr.Theodora tidak bersedia atas anjuran dokter tersebut. Sr.Theodora meminta supaya dia kembali ke Indonesia, maka Sr.Xaveria Haloho yang menemaninya membawa Sr.Theodora pulang ke Indonesia setelah melakukan pemeriksaan selama 7 hari di Penang. Beliau mengatakan, ”kalau sudah saya tahu seperti itu saya lebih baik dirawat oleh suster-susterku di Indonesia, pulanglah kita ungkap Sr.Theodora. Maka, setelah diskusi dengan para Pimpinan FCJM, Sr.Xaveria pun membawa Sr.Theodora kembali ke Indonesia.

Untuk memberikan pengobatan yang intensif terhadap Suster ini, maka pada tanggal 29 April 2018, Suster ini pindah komunitas dari Harapan Jaya ke komunitas St.Clara, Pematang Siantar. Sejak saat itu suster ini intensif dirawat dan dijaga di ruang rawat komunitas .

Motto hidupnya yakni Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (Filipi 4:13). Sr.Theodora mengabdikan hidupnya untuk menjadi pelayan sejati Tuhan seperti motto yang dia pilih. Semua tugas pengabdiannya dengan penuh iman diserahkan kepada Tuhan dan jarang mengeluh. Selama dia sakit sampai akhir hidupnya pun dia tidak banyak merepotkan saudarinya. Pada hari Minggu pagi, tanggal 07 Oktober 2018, Suster ini menerima Sakramen Pengurapan orang sakit dari tangan Pastor Tinto Hasugian, O.Carm., di komunitas St.Clara Pematangsiantar.

Beberapa hari setelah menerima Sakramen perminyakan tersebut, Suster ini semakin merasa menderita karena penyakitnya sehingga para Suster dari komunitas Gratia, St.Clara, Postulan dan Aspiran menjaga Suster ini secara intensif dan bergilir. Kami setia menemani Suster ini dalam doa dan cinta sebagai seorang saudari sepanggilan. Dan pada tanggal 11 oktober 2018 tepat pada Pkl 02.30 WIB, Suster ini menghembuskan nafas terakhirnya dengan damai dan tenang diiringi doa-doa para Suster. Jenazahnya disemayamkan di aula Provinsialat FCJM, Monteluco pada tanggal 11 Oktober 2018 dan dikebumikan tanggal 13 Oktober 2018 di pekuburan Suster FCJM Sinaksak - Pematangsiantar.

Selamat jalan Sr.Theodora. Terima kasih atas pengabdianmu kepada Kongregasi kita. Beristirahatlah dalam damai abadi disurga. Para Kudus bersiap menyambutmu dalam kalangan mereka. Teladan Suster yang perlu kami perjuangkan adalah hidup doamu yang mendalam, kerendahan hati, kesabaran, keramahanmu, tegas, disiplin, bertanggungjawab dan setia dalam doa-doa, serta devosi kepada Yesus dan Bunda Maria. Engkau adalah seorang putri FCJM yang kuat dalam berjuang dan menyerahkannya kepada kehendak Allah yang memanggilmu seperti dalam Mottomu:

Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku”

SELAMAT JALAN SUSTER

Doakan kami yang masih berjuang di dunia ini, semoga kami dapat memperjuangkan teladanmu.

Author:

Sr. M. Angela Siallagan FCJM

(Sekretaris FCJM Provinsi Indonesia)

Go to top