Santa Elisabeth dari Thuringia
Patron Ordo Ketiga
 
ch elisabeth 1
Siapa sebenarnya Santa Elisabeth? Dia dikenal banyak orang sebagai seorang yang cinta akan ajaran Kristen, yang sebagai anak kecil dari Hungaria dia datang ke Thüringen - Wartburg di Eisenach-Jerman.
 
Sebelumnya, di Wartburg ada Kontes penyanyi yang terkenal,  para penyair dari seluruh Negara Jerman mengadakan latihan sekali setahun, lalu mengadakan pertunjukan. Seorang penyanyi yang sangat terkenal Magician Klingsohr, yang juga seorang yang bijaksana dan ahli nujum, pada suatu pertunjukan nyanyian tahun 1207, suatu malam, Magician bermimpi memandang ke langit, dia berkata: “saya melihat sebuah bintang muncul di langit.
 
Cantik sekali, memancarkan sinar menerangi seluruh dunia…ternyata, pada malam itu, seorang anak perempuan dari Raja Hungaria lahir, yang diberi nama Elisabeth. Dia akan ditunangkan kelak sebagai istri seorang anak Pangeran dari  Wartburg, dan dia akan menjadi Santa.” Kata-kata kenabian ini, segera beredar lebih lanjut, dan menjadi sejarah, mulai dari kehidupan Elisabeth dari Hungaria, sampai masa hidupnya di Thüringen, tahun 1207.
 
 
ch elisabeth 5
Elisabeth yang terpilih, sungguh hidup dalam kerendahan hati, walaupun dia sebagai seorang putri raja. Dia akan selalu dimuliakan sebagai figur seorang Fransiskan pentobat. Kehidupannya, doanya, dedikasinya, perhatiannya memperhatikan orang-orang yang menderita dan yang membutuhkan bantuan adalah sebagai pelita yang luar biasa terhadap ikatan Fransiskan.
 
Caranya menghidupi  spiritualitas Poverello dari Assisi, telah ditandai dan dicatat dalam sejarah. Robert Folz menulis dalam salah satu buku karangannya tentang Elisabeth, bahwa dia pada awalnya, pada abad ke-13, bersama dengan Fransiskus telah menaruh perhatian luar biasa tentang “cinta”.
Dia semakin dikenal dengan baik pada tahun 1235, di mana dia dikanonisasi, dan disahkan sebagai patron/pelindung Ordo Ketiga.
 
 
ch elisabeth 6
Dia telah melaksanakan secara jelas bagaimana menyeimbangkan hidup antara kontemplasi dan aksi dalam kehidupannya setiap hari. Banyak pendiri para ordo dan kongregasi religius selama berabad-abad telah ter-inspirasi lewat teladannya. Perkumpulan-perkumpulan yang diberi nama “Elisabeth” pun didirikan, mis: rumah sakit dan dapur untuk melayani orang miskin didirikan atas namanya, dan banyak karya seni dibuat untuk mengenang Elisabeth yang diungkapkan secara hidup dan menarik.
ch elisabeth 10

Juga Muder M. Clara Pfänder dalam Konstitusi Awal menyebutkan St. Elisabeth diantara para santa.  Tentu, tidaklah suatu kebetulan saja bahwa dalam kongregasi kita bertahun-tahun lamanya merayakan pesta-pesta biara, a.l: Kaul Sementara dan Kaul Kekal dirayakan pada tgl 19 November, dan pada pertengahan tahun tepatnya pada tgl 19 Mei. Ini adalah hari-hari bersejarah dalam kehidupan Elisabeth. Sungguh berkesan bahwa St. Elisabeth dikenang di dalam kongregasi kita  bertahun-tahun lamanya.

 
 
Suatu legenda berkata: Ketika Fransiskus dengan temannya Kardinal Hugolinus, yang kemudian menjadi Paus Gregorius ke-IX, bicara tentang St. Elisabeth, Hugolinus mengambil mantel dari punggung Fransiskus dan berkata kepadanya, dia akan mengirim mantel ini kepada Elisabeth sebagai tanda kemiskinan dan kerendahan hati, dan itu terjadi. Elisabeth pun sangat senang.  Mantel Fransiskus ini adalah juga warisan untuk kita semua untuk kita pakai, dan memuliakan Elisabeth sebagai teladan dan pelindung kita.
 
 
 
ch elisabeth 11
 
 Bulla yang di kanonisasi ini di simpan di Perugia
 
Go to top