Propinsi Indonesia 

Untuk memenuhi kebutuhan di Sumatera Utara, Uskup Padang, Mgr. Mathias Brans dan misionaris imam Kapusin yang sudah tinggal di Sumatera, meminta kongregasi kita untuk mengutus para suster bermisi di Sumatera. Maka pada tanggal 18 Mei 1930 lima suster berlayar dari pelabuhan Genua dari Belanda ke Indonesia.

Indonesia berlanjut sebagai misi Provinsi Belanda sampai tahun 1969. Pada tahun 1969 Indonesia menjadi Regio Kongregasi, dan pada tahun 1981, menjadi Wakil Propinsi.

Jumlah Suster terus bertambah dan pada tahun 1989 Indonesia menjadi Propinsi mandiri dari Kongregasi

Setelah perjalanan tiga minggu, mereka tiba dengan selamat dan sukacita di Tanjung Balai, Sumatera Utara pada tanggal 4 Juni 1930. Tanjung Balai, sebuah kota kecil yang terletak dekat pantai timur di ujung utara pulau Sumatera, menjadi komunitas pertama Suster-suster kita di Indonesia. Pelayanan mereka adalah pendidikan dan kesehatan.

1930

Tanjung-

Balai

5
 

 12

1938

Balige

Pada tanggal 30 Mei 1938 empat suster lainnya pergi ke Balige, Tapanuli Utara - Sumatera Utara sebagai perintis, di mana mereka disambut dengan ramah di Tanah Batak. Pelayanan mereka juga bagian kesehatan dan pendidikan.

Sayangnya, pada tanggal 8 Desember 1941, Jepang menyatakan perang terhadap Indonesia, dan pada tanggal 30 Desember 1941, kota Tanjung Balai dibom. Pada awal tahun 1942, P. Wap, OFMCap, Pastor Paroki Tanjung Balai, mendesak semua suster untuk meninggalkan tempat ini secepat mungkin. Suster-suster kemudian pergi dari Tanjung Balai ke Soposurung-Balige, bersama-sama dengan anak-anak dari asrama yang diasuh oleh para suster kita.

1941

Perang dengan Jepang

 
 

1942-1945

Mengungsi ditempat pengasingan

Namun pada tanggal 7 Mei 1942, semua awam serta semua misionaris dari Belanda yang tinggal di Indonesia, mengungsi ditempat  pengasingan selama Jepang menduduki Indonesia, tahun 1942-1945. Ini termasuk delapan Suster kita dari Belanda.

Melalui pengalaman pengorbanan-pengorbanan, perjuangan dan kesulitan para suster misionaris, ada tanda-tanda perkembangan. Setelah 24 tahun kehadiran Suster-suster 'di Indonesia, diputuskan untuk memulai sebuah program pembinaan menerima calon. Ada 7 orang calon pertama Indonesia diterima menjadi postulan pada tanggal 8 Desember 1954.

1954

Awal pembinaan

 10

8

1969

1981

1989

Langkah penting

Indonesia berlanjut sebagai misi Provinsi Belanda sampai tahun 1969. Pada tahun 1969 Indonesia menjadi Regio Kongregasi, dan pada tahun 1981, menjadi Wakil Propinsi. Jumlah Suster terus bertambah dan pada tahun 1989 Indonesia menjadi Propinsi mandiri dari Kongregasi. 

14
 

Sepanjang perjalanan menjadi Provinsi, pelayanan yang berkaitan dengan kepemimpinan, pembinaan, dan bagian penting lainnya di Provinsi ini secara bertahap diletakkan di tangan para Suster Indonesia.

sr.fidelia

1993 -

2002

Nigeria

Dari tahun 1993-2002 seorang suster dari Indonesia, bersama dengan suster dari  Amerika dan dari Propinsi Jerman bermisi untuk menangani proyek Kongregasi di Ijebu-Ode, Nigeria / Afrika.

143
 

2001

Malawi

bild0644
 

Sejak tahun 2001, beberapa suster Indonesia telah membantu Suster kita dari Jerman bermisi di Malawi. Saat ini 3 Suster Indonesia ada di sana, membantu di TK dan sekolah.

tavola usa

Login

Logo new 1a
 
IMG 1417
 
NL Logo
 
US Chapter Logo
 
pc indonesia 2014
 
JubileeLogoGermany
 
 
brasil logo
 
 
Go to top