RIWAYAT  SINGKAT  SR. M. IGNATIA MANURUNG FCJM

Sr. Ignatia

 

 

 Sr.M.Ignatia Manurung FCJM, nama baptisnya Kemeria Priska Manurung, lahir di Janji Matogu, Sibuntuon, Porsea pada tanggal 04 April 1939, anak ke 4 dari 5 bersaudara, Putri dari Almarhum Bapak Willem Manurung (+) dan Ibu Magdalena Sitorus (+)

 Masuk Postulan FCJM, tanggal 31 Oktober 1959 di Balige

 Masuk Novis, tanggal 22 Agustus 1960 di Balige

 Kaul Perdana, tanggal 25 Juli 1962 di Balige

 Kaul Kekal, tanggal 07 Desember 1969 di Balige

 Pesta 25 tahun Hidup Membiara, tanggal 06 Juli 1985 di Balige

 Pesta 40 tahun Hidup Membiara, tanggal 21 Desember 2000 di Monteluco, Pematangsiantar

 Pesta 50 tahun Hidup Membiara, tanggal 08 Desember 2010 di Monteluco, Pematangsiantar

Tempat/tugas pelayanan yang pernah diemban:

1962 - 1966 : Bertugas di Balige: menanggungjawabi Asrama dan Kamar Jahit

1967 - 1969 : Bertugas Onan Runggu: sebagai guru Agama di SMP Katolik

1970 - 1972 : Bertugas di Balige: menanggungjawabi Kamar Jahit

1973 - 1974 : Bertugas di Pakkat: sebagai guru SKKP (Keterampilan Menjahit)

1975 - 1977 : Studi SKKA di Medan, jurusan Keterampilan Menjahit

1978 - 1981 :  Studi di IKIP Medan, jurusan Ekonomi Keluarga

1982 - 1985 : Wakil Dewan Pimpinan Regio

1985 - 1989 : Wakil Dewan Pimpinan Vice Provinsi

1990 - 1999 : Sebagai Pionir Pertama membuka Komunitas FCJM di Viqueque, Timor Leste dan membuka Kursus Keterampilan untuk gadis-gadis muda, mengajar di SMP serta tugas Pastoral

1999 - 2001 :  Bertugas di Monteluco, Pematangsiantar: menanggungjawabi Kamar Jahit

2002 – 2003 : Bertugas di Viqueque, Timor Leste: menanggungjawabi Asrama dan Keterampilan

2004 – 2009 :  Sebagai Pionir Pertama membuka Komunitas FCJM di Atambua, menanggungjawabi dua unit Asrama Putri sekaligus Ibu Komunitas

2010 – 2014 : Bertugas di Kamar Jahit Monteluco, Pematangsiantar

2014 – 2017 :  Istrahat/Pensiun di komunitas St.Clara, ”Monteluco” Pematangsiantar

25 Maret 2017 :  Menghadap Bapa di Surga

Pribadi dan Pengalaman Sakit:

Sr.Ignatia Manurung ini, meninggal dunia pada usia 78 tahun. Dia dikenal sebagai seorang yang berkepribadian yang kuat, disiplin, tegas, sabar, sederhana, setiap pekerjaannya rapih dan tidak menundanunda pekerjaan, bersemangat, rela berkorban, tulus (sedikit bicara banyak berbuat), tidak banyak menuntut, tidak mudah mengeluh, taat, dan siap sedia dalam menjalankan tugas-tugas pelayanan yang dipercayakan Kongregasi kepadanya. Pemberian diri dan usahanya yang gigih sungguh dirasakan oleh Kongregasi khususnya saat Sr.Ignatia mendapat tugas sebagai misionaris/pionir pertama FCJM di Timor Leste dan Atambua. Sr.Ignatia dan beberapa Suster yang lain dengan penuh semangat memulai karya misi di dua komunitas tersebut. Sr.Ignatia memiliki fisik yang kuat dan jarang sakit. Namun, pada usia 75 tahun, fisiknya semakin lemah sehingga diputuskan untuk berhenti dari tugas-tugas rutinnya dan istirahat di komunitas St.Clara, Pematangsiantar. Pada bulan Januari 2017, Suster ini mengeluh sakit pada kakinya yang mengalami

pembengkakan sehingga menjalani pemeriksaan di R.S. Harapan, Pematangsiantar. Diagnosa dari dokter, bahwa Sr.Ignatia menderita penyakit H.H.D. (Hipertensi Heart Disease), yaitu Hipertensi Kronis yang menyebabkan gangguan pada fungsi ginjal, sehingga Sr.Ignatia menjalani perawatan dan pengobatan instensif. Dalam menjalani masa pengobatan, Sr.Ignatia jarang mengeluh dan tidak banyak merepotkan, sehingga Suster ini tetap mengikuti kegiatan harian; makan bersama, doa bersama, Perayaan Ekaristi dan kebersamaan lainnya di komunitas.

Pada tanggal 20 Maret 2017, suster ini dibawa kembali ke R.S. Harapan untuk menjalani pemeriksaan karena kakinya semakin bengkak, walaupun masih bisa berjalan. Pada tanggal 25 Maret 2017, saat sarapan pagi di kamar tidurnya, Sr.Ignatia masih berbicara seperti biasa mengatakan terimakasih kepada saudari yang mengantar makanannya dengan senyum yang tulus. Namun beberapa saat kemudian, tibatiba wajahnya berubah menjadi pucat dan semakin lemah. Para Suster dan Postulan pun segera berkumpul untuk berdoa. Pimpinan segera mengambil tindakan untuk dibawa ke R.S. Harapan, tetapi dalam proses pengurusan ke rumah sakit, Suster ini menghembuskan nafas terakhir dalam damai dan tenang ke pangkuan penciptanya, tepatnya pada hari Sabtu Pkl 07.50 WIB di Komunitas St.Clara, Pematangsiantar.

Selamat jalan Sr.Ignatia, beristirahatlah dengan damai abadi bersama Bapa di Surga. Engkau telah mempersembahkan seluruh hidupmu dengan tulus dan setia. Para Kudus bersiap menyambutmu dalam kalangan mereka. Terima kasih atas teladan dan pengabdianmu kepada Kongregasi kita. Suster telah setia dalam banyak hal, khususnya dalam doa-doa dan devosi-devosi yang Suster hidupi sesuai dengan Mottomu:

“Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku.” (Mzm 23 : 4)

sekali lagi, SELAMAT  JALAN SUSTER YANG KAMI CINTAI

Doakan kami yang masih berjuang di dunia ini.

Ucapan terimakasih kami yang  mendalam  kepada:

Pastor Paroki St.Yosep Jl.Bali dan DPP, Pastor Paroki St.Petrus dan Paulus Jl.Asahan dan DPP, para Pastor, Suster, Frater, Bruder, Keluarga Besar Manurung, Bapak/Ibu,  Saudara/i dan semua handai taulan, atas kehadiran, perhatian, bantuan, teristimewa atas dukungan doa-doanya sejak Suster ini sakit, meninggal sampai acara penguburan.

Semoga Tuhan memberkati dan membalas segala kebaikan Anda sekalian.

Keluarga Besar Suster FCJM Provinsi Indonesia

Sr.Cornelia Silalahi FCJM Provinsial

Go to top